Sunday, August 3, 2008

Ke-gap Malem-malem

Di dalam kamar, suatu malam….
“Bubyee….” Aku mengakhiri pembicaraan di telepon. Setelah di kuping tidak terdengar suara, handphone aku geletakkan di meja.

Terdengar suara ribut dari halaman depan kamar. Aku mulai memasang telinga. Suara berdebum beberapa pasang kaki berlari. “Pacaran mulu! Keluarin tu cowoknya, keluarin!”
Kletek… pagar dibuka. Beberapa orang masuk halaman.
“Ini udah malem! Hoi, pulang!!” teriak salah seorang dari mereka, laki-laki.
“Ayo pulang! Besok aja lagi pacarannya….” teriak suara yang lain lagi. Sama,laki-laki.


What?! Siapa nih?! Temen kosanku berani masukin cowok ke kamar?
Bego! Kayak nggak ada tempat laen aja…
Lagi miskin kali…
Oops temen kosku? Ini serius…. Dia butuh pertolongan.

Kudekati pintu, ragu. Mabok nggak orang-orang ini?
Kemungkinan yang ada di otakku adalah orang-orang itu salah paham seperti kejadian sebelumnya, kakak kandung yang sedang berkunjung dikira pacarnya, atau memang teman kosku lagi brutal. Sikapku? Persetan, dipikir nanti.
Baru setengah kubuka pintu, terlihat beberapa orang memasuki halaman tanpa permisi.
Kesal. Seenaknya saja mereka.
Lalu….

“Hrrrrr…” Seekor kucing mengerang di depanku, dengan ekor mengibas-ngibas. Dua meter di depannya, kucing kuning pun berkelakuan sama. Tak jelas mau kawin atau mau berantem tu kucing.

“Ayo pulang! Mau ke mana kamu? Pacarannya besok aja lagi.”
“Ceweknya juga tuh kalo lagi pacaran terus-terusan!” sahut salah satu dari sekitar lima orang berkelamin laki-laki di depanku.
Okay, ini kucing. Bukan teman kosku.
Setelah dipanggil-panggil tu kucing seperti mengerti apa yang diperintahkan, berjalan mendekati kumpulan lelaki itu. Salah satu dari mereka meraih, menggendongnya, lalu pergi sambil terus mengomeli kucing itu. Diikuti bubarnya kerumunan itu.
“Permisi Mbak, maaf ganggu, ini nggak mau pulang, udah masuk kamar keluar lagi….” pamit salah satu dari mereka sambil kembali menutup pagar.

Aku, tersenyum pun tidak, di depan pintu, shock.
Kucing? Pacaran? Sejak kapan?
Seingatku kucing itu hewan yang paling sering kutemukan ML di jalanan tanpa permisi. *Miauw… maap, saya mau have fun dulu:D* Baik, mungkin aku salah memaknai kata ‘pacaran’.

Mereka semua laki-laki… *kucingnya juga*

Teman kosku datang medekat, bertanya, “Ada apa?” Aku cuma bisa menjawab, “Nggak pa-pa, cuma kucing.”
“Kok bisa?”
Aku diam. Lalu tertawa.

9 comments:

azizah said...

Wew! emang repot kl jd ortu asuh kucing betina yg paling cantik sekampung...Harap maklum Nish.....^_^

Anonymous said...

re: nish, yakin yg ke-gap bukan ELO???

Etnik Unik Cantik said...

hhhwww..tuh kucing dah bikin aku deg2 plas (yg punya lebih tepatnya), ku kira ada penggerebegan dari massa pak RT lagi..

Lely said...

Goblok tenan! Huahahahah... Kudunya emang dirimuw yang di grebek nis!! Ah , tak mungkin lah. Dirimuw pasti tidak sebodoh itu thoo? Wuekekekkk...

Anonymous said...

uda deh...mulei skarang loe kudu hati² de nish..ini pringatan..untung mreka orang g nyampe ngerebek kamar lo..scara gw blom sempet liat rambut baru lo nan blonde itu..udah keburu digundulin ma org sekampung...hihihihi..'-_-'..., tp g mungkin lah org selihai loe bisa ke_gep!:D

Anonymous said...

nish, ni bukan kamu yg ke-gap di kost kan????hehehe

Lely said...

Anjrit!! Komen gw memicu sesuatu ya? Huahahahaha...
I like that ;)

Peace bu..

Anonymous said...

huhaaaa..ini haram tuh kucing tau aja klo lo butuh hiburan...! kucing kawin aja dibilang pacaran...! ngikutin penghuni kosannya kali..hehe2x...

zapeton

peri musim said...

Iya, kali, Nizh, elo yang kegap, kamuflasenya kucingm, bisa ajah nizh, hakakaka